Selasa, 03 November 2015

Celotehan hati bundha RoeL



CELOTEHAN HATI
                                                    
Merasa wajar bila diri ini kecewa atas hal yang tidak sesuai harapan. Aku mendapatkan sebuah kenyataan yang diluar dugaan. Sebenarnya selain kecewa ada amarah di diriku yang belum sempat ku ungkapkan. Hanya bersarang dihatiku dan mulai tak mampu kuredam emosiku, tapi ditengah keheningan malam ku coba bertanya pada hembusan angin yang menyapa tubuhku tanpa permisi.
Hei angin, pantaskah aku menyimpan rasa kecewa dan amarah ini untuknya ( sosok yang telah ku anggap adik ) ? setelah ia melakukan salah dalam ketidaksadarannya. Sang angin malah semakin berkecamuk membakar tubuh melakukan pergerakan dari atas ke bawah. Membalut tubuhku hingga tak lagi kurasakan kehangatan dalam diriku. Tapi  setidaknya hembusan angin telah mampu meredam emosiku yang sempat memanas dalam gejolak batinku.
Hei kau ,, Fikiran yang kini tak lagi tenang karena sejuta terpaan rasa, apa yang telah kau katakan hingga kini aku kehilangan akal sehatku ? tak lagi ku dengar nurani yang sering kali berbisik dalam geramku. Engkau harus tahu bahwa apa yang kau katakana itu tak selamanya benar, kecuali haanya ego semata yang memuncak dikala emosi tak setabil.
Sesungguhnya aku tahu dan aku sadar diri, aku hanya merasa benar diatas hak ku sendiri tanpa pernah memperhatikan hak orang lain yang lebih berhak atas haknya sendiri tanpa tepengaruh oleh hak aku sebagai seorang kakak. Kakak yang entah dalam keadaan seperti apa aku dianggapnya sebagai kakak. Karena ada keadaan-keadaan tertentu yang membuatku merasa aku bukan siapa-siapa dan tak sedikitpun bermakna dalam hidupnya. Itulah yang menjadi penyebab, aku hanya harus menunaikan kewajibanku untuknya tanpa harus meminta hak aku darinya.
Biarlah, biar aku yang lebih mengerti dan menyadari siapa aku dengan rasa kecewaku ini. Tanpa harus kau tahu bahwa aku kecewa karenamu dan terluka atas perbuatanmu yang tak pernah ku duga sebelumnya, dan untuk selanjutnya engkau tak perlu merasa terikat denganku, kau bebas melakukan apapun. Semuanya, sesuka hatimu sampai kau dapat merasakan kepuasan dan kebahagiaan atas apa yang kau lakukan. Dan mungkin aku hanya akan diam saja memperhatikanmu dari kejauhan  tanpa sedikitpun celah atau jejak yang akan engkau temukan bahwa aku masih tetap memperhatikanmu, aku cukup pandai untuk bersembunyi dan menempatkan diri .
Jadi, mulailah kau lupakan bayang-bayang wajahku yang selalu menghantuimu, hilangkan komitmen kita dari fikiranmu, dan tak perlu lagi kau lakukan perintah apalagi menerapkan prinsipku dalam hidupmu, oh semua itu sudah tak perlu lagi untukmu, anggaplah sebagai kenangan dimasa lalu.
Kini engkau kan dapatkan hidupmu sendiri, kebebasanmu atas semua angan, harapan dan keinginanmu selama ini. Pergilah kemanapun kau mau, jangan pernah sedikitpun merasa aku akan membuntutimu atau selalu ada dibelakangmu. Karena kini aku tahu dimana tempatku yang sesungguhnya dalam hidupmu dan aku akan pastikan berada pada tempat itu secepatnya. Hingga pada saatnya nanti aku akan kembali setelah engkau mulai sadar dan merasa benar-benar kehilanganku dari hidupmu. Dan engkau tak perlu mencariku karena pada saat itu aku tahu bagaimana perasaanmu dengan haerapan serta keinginanmu dariku.
Baru setelah itu kita akan menentukan, mau seperti apa kita selanjutnya dan mau dibawa kemana cerita kita yang sebenarnya. Terimakasih atas sejuta cerita dan warna-warna yang telah kau torehkan dalam hidupku, tak dapat kupungkiri bahwa itu telah membuatku merasa bahagia atas hidupku yang sempat sempurna karena adanya sosokmu dalam hidupku.
Semoga disana engkau akan temukan sejuta harapan dan impian yang selama ini hanya menjadi angan dan bayangan semu dalam ingatanmu. Aku-pun berharap agar kau bisa lebih merasa bahagia dari yang aku kira. Sampai jumpa kembali dibatas waktu yang akan mempertemukan kita kembali. Semoga tak terlalu banyak dari diri kita yang berbeda saat kita berjumpa,, hingga tak membuat kita kembali merasa enggan bertegur sapa atau bertukar cerita bahkan saling melepas rindu  !!!
Jum’at, 23 Oktober 2015
By :
Nurul Wasilah   

Cerpen tentang cinta



TAKDIR CINTA KITA

S
unyi sepi malam tanpa sinar  bulan mengingatkanku pada  satu masa dimana sempat kita berada dalam keadaan hening tanpa suara, disana kita duduk berdua menikmati  udara  senja dengan desau angin yang datang tanpa permisi dan pergi tanpa kata. sesaat ia singgah hanya untuk memberi kesejukan dalam raga. Dedaunan  di  setiap pohon melambai menyafaku  kicauan burungpun berirama mengajakku bercengkrama namun  tangan ini seolah enggan menyafa bahkan bibirpun tak ingin sekalipun bersuara apalagi bercerita dengannya.
Saat itu fikiranku tak tenang, jantungpun berdegup kencang menandakan kegelisahan yang teramat hebat sedang terjadi padaku secara tiba-tiba padahal aku sendiri tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, ku lihat Adit hanya diam membisu, menunduk dan membelakangiku tak seperti biasanya.  Lama ku menunggu tapi tak kunjung jua ku dengar suaranya, hingga pada akhirnya ku beranikan diri untuk mengawali pembicaraan, ku ulurkan tangan lalu ku letakkan  di pundaknya dan ku bertanya “Dit... kamu kenapa ? dari tadi hanya menunduk  tanpa mau sedetikpun menoreh ke arahku, apa kamu sakit ? atau sedang memikirkan sesuatu ?
 Sayangnya.. adit tak merespons pertanyaanku, dia malah tetap menunduk seolah tak mendengar suaraku.  Kembali ku bertanya “Adit.... kamu kenapa ? namun tetap tak ada jawabnya, aku pun tak berputus asa , untuk yang ke tiga kalinya aku bertanya “Adit..... kamu kenapa ? Ku mohon jangan diamkan aku seperti ini , aku ingin mendengar suaramu.
Setelah sekian lama ku menunggu akhirnya ku dengar suaranya “ekhemzzzzz..... Fit, sebenarnyaa...... sebenarnya.... ada yang ingin ku ceritakan padamu, ini tentang kita Aku ragu menceritakannya tapi aku harus memberitahumu.
Ku tatap mata merahnya  ku yakinkan hati ini bahwa semua kan baik-baik saja dan ini hanyalah masalah kecil yang mungkin sedang menimpa Adit. “hemm... iya, kamu mau cerita tentang apa Dit ? jangan ragu, ceritain aja semuanya  agar kamu tak terbebani , Aku siap kok mendengarnya. Adit kembali menunduk, tampak jelas terlihat bahwa ia memang sangat berat untuk bercerita,  sejenak ku berfikir ... akhir-akhir ini tak ada masalah yang menimpa hubunganku sama Adit, tapi kenapa Adit ingin menceritakan sesuatu tentang kita dan itu sangat membuatnya ragu, Ku coba tanyakan kembali pada Adit ‘Dit..... sebenarnya ada apa ? ayo ceritakan saja semuanya biar aku tahu.
Hemmzzz....... fit, sebenarnya aku akan menikah, , tapi bukan sama kamu. Aku terdiam dan terpaku, dada ini seolah sesak tanpa henti, mengingat apa yang dikatakan adit terlalu mengagetkanku, ini sungguh diluar dugaanku, tak ku sangka Adit yang begitu sangat terbuka terhadapku ternyata mampu memendam rahasia sebesar ini, ku coba menghela nafas panjang meski  Air mata ne tak mampu lagi ku tahan mengalir deras di pipiku.
Fit,, maafkan aku ,sungguh ini bukan inginku, minggu lalu aku du pertemukan dengan seorang gadis  oleh orang tuaku, dia adalah putri dari sahabat ayahku dulu, namanya Sinta. Sebelumnya kita memang sudah saling kenal, dia teman bermain di masa kecilku, namun selepas SMP kita berpisah keluargaku memutuskan untuk pindah rumah. Hingga pada akhirnya di SMA aku menemukanmu yang sampai saat ini kita di takdirkan untuk bersama, Fit,, Aku sangat menyayangimu, selama ini aku nyaman bersamamu, kau yang selalu memberi  perhatian, pengertian dan melengkapi hidupku, bagaimana bisa aku menikahi gadis lain selain dirimu, tapi.... aku pun tak bisa berbuat apa-apa, kamu tahu bagaimana kerasnya ayahku, ia menuntutku untuk membahagiakannya dengan cara menikahi gadis pilihannya yaitu Sinta, dengan terpaksa aku harus menuruti keinginannya meskipun aku tahu aku akan tersiksa dengan ini semua, dengan keputusan yang ku ambil namun bukan berdasarkan  keinginanku.. ku mohon kau mengerti fit.
Sejuta terpaan rasa yang kurasakan tadi ternyata memang benar-benar mewakili apa yang ku rasakan saat ini, hati ini bagai disambar petir yang menggelegar tepat dihadapanku. Sakiiiiiiiiitttttt hati ini. Aku seolah enggan mendengar Adit bersuara lagi. “fit.... maafkan aku, aku telah mengecewakanmu, aku merasakan bagaimana sakitnya hatimu, tapi aku tak mampu sembuhkan luka di hatimu, kau berhak membenciku, bencilah aku sepuas hatimu, aku relaaa, tapi harus kau tahu di hati ini hanya ada kamu, hanya tertulis namamu “FITRI” takan pernah tergantikan meski pada kenyataannya aku hidup dengan Sinta.
Saat itu juga aku pergi dari hadapan Adit tanpa permisi.. kubawa kesakitan hati  yang menyesakan dada ini jauh dari hadapannya... ku berlari dan terus berlari hingga air mataku berjatuhan tanpa henti, hingga aku tiba di rumah air mata ini tak kunjung jua habis, ia mengalir semakin deras, tak terasa mataku pun semakin membengkak. Inikah cobaan yang harus kuhadapi sendiri, kenyataan ini tak hanya menyiksaku tapi memutuskan impian yang telah lama ku rencanakan termasuk menikah dengan Adit sehabis wisuda nanti , kini semua harapan dan impian itu musnah setelah Adit memutuskan untuk menikah dengannya.
Tepat bulan Oktober 2010 Adit menikah dengan Sinta, tapi aku tak mau memberanikan diri untuk menghadiri pernikahannya, aku hanya mengirimkan do’a untuknya agar mereka dapat membangun keluarga yang harmonis sakinah mawaddah Warahmah, selain itu aku juga berharap agar aku dapat secepatnya melupakan Adit dengan cara tidak berhubungan atau berkomunikasi dengannya  dan menemukan jodoh yang ditakdirkan baik untukku keluargaku dan Agamaku.  
Akhir bulan Desember aku di Wisuda... dan mungkin inilah takdir yang harus kujalani, dalam acara ini aku dipertemukan kembali dengan Adit namun dalam nuansa yang berbeda, dimana dia di dampingi dengan istrinya sedangkan aku hanya didampingi oleh Adik dan kedua orang tuaku, sempat kami saling bertatapan dari jauh,Aditpun sempat menyafa dan tersenyum padaku.  Rasanya ingin sekali aku menghampirinya dan menjabat tangannya untuk terakhir kalinya, tapi aku tak ingin menjatuhkan air mata dihari kebahagiaan  ini.
Setelah acara selesai aku menemui satu tempat di sudut kampus, tempat itu sering menjadi saksi bisu dikala aku duduk bersama dengan adit bertukar cerita, bercanda tawa. Dulu sempat kita berjanji kelak jika kita lulus dari sini kita akan mengukir cerita cinta kita yang bertuliskan nama
ADIT & FITRI
05-02-05
Always Forever
Tujuannya agar mereka semua tahu bahwa cinta Adit dan Fitri selamanya kan abadi sampai mati.
Tak terasa air mataku berlinang setelah mengingat hal itu tak kuasa aku menahan tangis yang semakin menyesakkan dada, hingga tiba-tiba seseorang memberikanku sapu tangan dan berkata “tak pantas kau menangis sendirian dikala kau mengingat semua tentang kita, alangkah baiknya bila kita menangis bersama” Aku kaget mendengar suara yang telah lama ta ku dengar, aku berbalik arah dan kulihat Adit berdiri tepat di belakangku. Sungguh tak kusangka dia akan menemui tempat ini juga.
“fit... apa kabar ? dia ulurkan tangannya, sedangkan aku hanya berdiri kaku menatapnya, ku saksikan air mata itu mengalir di pipi Adit, ku coba tanya hati “apakah ini mimpi atau nyata” ternyata hatiku menjawab  ini nyata namun jangan sampai membuatmu lupa akan kenyataan yang sebenarnya. Jantungpun semakin berdegup kencang tak tenang.
“Fit..... izinkan aku mengusap air matamu, izinkan aku merasakan sakitmu, dan Izinkan aku memeluk erat tubuhmu, Aku sangat merindukanmu, lama tak jumpa denganmu tapi hati ini tak pernah sedikitpun  berhenti menyebut namamu, fikiran ini tak pernah sebentarpun melewatkan bayangan wajahmu yang selalu lalu lalang dalam ingatanku.
Aku seolah tak berdaya.... Tuhaaannnn apa yang harus kulakukan ? dosakah bila aku seperti ini? Sementara hati ini nyaman dengan pelukannya. Ku coba sadarkan diri... bahwa ia telah beristri, ku lepaskan pelukannya “ Dit,,,, maaf aku tak ingin mengganggu kehangatan rumah tanggamu, baiknya kau pergi dari sini, sinta menunggumu. Tapi Adit malah duduk bersipu meminta maaf padaku. “Fit... ku mohon maafkan aku, dan mengertilah dengan perasaanku yang tak pernah bisa melupakanmu, aku tak bisa menerima kenyataan bahwa aku telah beristri, sekarang aku datang kesini karna aku ingin menepati janji kita dulu aku ingin mengukir nama kita disini agar mereka tahu bahwa kamulah wanita yang aku sayangi.
Tapi Dit... pada kenyataannya semu ini telah berbeda, tak pantas bila kita seperti ini, aku juga ingin kamu mengerti posisiku disini, aku tak ingin ada orang yang tahu bahwa saat ini kita berdua sama-sama menangisi masa lalu, ku mohon pergilahhhh...... ..
Baik aku akan pergi tapi sebelumnya ijinkan aku mengukir nama kita disini. Ku lihat adit mengukir nama ADIT & FITRI, aku tak bisa lagi menyaksikannya, Adit... ku mohon hentikan, kalau kamu tak mau pergi maka aku yang akan pergi dari sini. Adit pun menghentikan ukirannya , dia kembali menatapku dan berkata “Fitri... aku masih sangat menyayangimu, dan kuharap kelak kita akan bertemu kembali. Lalu ia pergi dengan langkah pelan.. sementara aku hanya mampu menangis dan menangis Tuhaaannnnn inikah TakdirMu ??? sanggupkah aku melewatinya .... kuatkan hati ini .
Kota Bandung menjadi tempatku menenangkan hati dan fikiran, setelah lulus wisuda aku memutuskan untuk  bekerja di PT.Phapros Indonesia dengan jabatan sebagai marketing, aku menikmati  kesibukan dalam pekerjaan ini , setidaknya tak ada waktu bagiku untu mengenang masa lalu, tak ada hal yang dapat mengingatkanku akan masa lalu itu. Di Bandung juga aku menemukan seorang pria yang begitu sayang padaku Namanya Fikri Rahardi ..Dialah yang mampu membuatku lupa pada adit, dia yang mengobati luka dalam dihati ini dia pula yang membuatku yakin bahwa dia lah yang ditakdirkanNYA untukku.
Delapan bulan aku dekat dengan   Fikri... selama itu juga ingatanku tentang masa lalu terkubur dalam-dalam, tergantikan dengan sejuta cerita baru tentangku dan Fikri, hingga pada akhirnya cerita itu sampai pada pernikahan kami  tepat di bulan February 2012. 


Penulis 

Nurul Wasilah 


Rabu, 28 Oktober 2015

STRATEGI PENIALAIAN HASIL BELAJAR UNTUK KURIKULUM 2013



STRATEGI PENIALAIAN HASIL BELAJAR UNTUK KURIKULUM 2013
Metode penilaian
A. Tes
1. Tes tertulis yang berupa pilihan ganda, benar salah, menjodohkan,
atau essai (baik essai isian singkat maupun essai bebas).
2. Tes kinerja :
a. Perilaku terbatas, yang meminta peserta didik untuk menunjukan
kinerja dengan tugas-tugas tertentu yang terstruktur secara
ketat.
Contoh: peserta didik diminta menulis paragraf dengan topik
yang sudah ditentukan.
b. Perilaku meluas, yang menghendaki peserta didik untuk
menunjukan kinerja lebih komprehensif dan tidak dibatasi.
Contoh: peserta didik diminta merumuskan suatu hipotesis,
kemudian diminta membuat rancangan dan melakukan eksperimen
untuk menguji hipotesis tersebut.
B. Non Tes
 Non tes digunakan untuk menilai sikap, minat atau motivasi.Ø
 Digunakan untuk mengukur ranah efektif .Ø
 Mengunakan instrumen angket, kuisioner, penilaian diri, atauØ
penilaian teman sejawat.
 Hasil penilaian ini tidak dapat diinterpresentasikan kedalamØ
kategori benar atau salah, namun untuk mendapatkan deksripsi
tentang profil sikap peserta didik.
Teknik dalam intrumen penilaian
1. PENILAIAN UNJUK KERJA
Digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik
melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat,
praktek olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca
puisi/deklamasi dll.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian unjuk kerja:
 Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untukü
menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
 Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerjaü
tersebut.
 Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikanü
tugas.
 Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehinggaü
semua dapat diamati.
 Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutanü
pengamatan.
Teknik penilaian unjuk kerja:
1. Daftar cek
1) Daftar cek dipilih jika unjuk kerja yang dinilai relatif sederhana,
sehingga kinerja peserta didik representatif untuk diklasifikasikan
menjadi dua kategorikan saja, ya atau tidak.
2) Skala penilaian
Dilakukan apabila kinerja peserta didik cukup kompleks sehingga
tidak cukup hanya diklasifikasikan menjadi dua kategori, misalnya
1,2,3.
3) Setiap kategori harus dirumuskan deskriptornya sehingga penilai
mengetahui kriteria secara akurat kapan mendapat skor 1, 2, atau 3.
4) Daftar kategori beserta deskriptor kriterianya itu disebut rubik.
2. PENILAIAN SIKAP
Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecendrungan seseorang dalam
merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai eskpresi dari nilai-nilai atau
pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang.
Komponen penilaian sikap:
 AfektifØ
 KognitifØ
 Konatif (perilaku)Ø
Sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran:
 Sikap (minat) terhadap materi pelajaran.ü
 Sikap terhadap guru.ü
 Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatuü
materi pelajaran.
Pengembangan skala sikap dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menentukan objek sikap yang akan dikembangkan skalanya. Misalnya
sikap terhadap kebersihan.
2) Memilih dan membuat daftar dari konsep dan kata sifat yang
relevan dengan objek penilaian sikap.
3) Memilih kata sifat yang tepat dan akan digunakan dalam skala.
4) Menentukan skala dan penskoran.
Teknik penilaian sikap:
1) Observasi perilaku, dapat dilakukan dengan menggunakan buku
catatan khusu stentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta
didik selama disekolah.
2) Pertanyaan langsung, menanyakan secara langsung mengenai sikap
peserta didik berkaitan dengan sesuatu hal.
3) Laporan pribadi, Teknik ini meminta peserta didik membuat ulasan
yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah,
keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap.
Contoh lembar pengamatan sikap peserta didik
No Nama
Sikap
Kedisiplinan Kerjasama Kejujuran Tanggung jawab
1.
2.
3.
Keterangan:
Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang santara 1 sampai dengan 5
1 = sangat kurang;
2 = kurang konsisten;
3 = mulai konsisten;
4 = konsisten;
5 = selalu konsisten.
3. PENILAIAN PROYEK
Penilaian proyek merupakan penilaian terhadap suatu tugas yang harus
diselesaiakan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu
investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian,
pengolahan, dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk
menegetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemamupuan
penyelidikikan, dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata
pelajaran tertentu secara jelas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian proyek:
 Kemapuan pengelolaanü
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi
dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
 Relevansiü
kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap
pengetahuan, pemahamana, dan keterampilan dalam pembelajaran.
 Keaslianü
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil
karyannya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa
petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.
Teknik penilaian proyek
Penilaian proyek dilakukan dimulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai
hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang
perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan
penyiapkan laporan tertulis.
• Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk
poster.
• Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa
daftar cek ataupun skala penilaian.
4. PENILAIAN PRODUK
Penilaian terhadap poses pembuatan dan kualitas produk. Penilaian produk
meliputi penilaian kempuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan
seni. Seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar),
barang-barang terbuat dari kayu, keramik, dan plastik.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian produk:
 Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik danü
merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain
produk.
 Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuanü
peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
 Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yangü
dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
Teknik penilaian produk :
• cara holistik yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya
dilakukan pada tahap appraisal.
• cara analitik yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan
terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua proses pengembangan.
5. PENILAIAN PORTOFOLIO
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada
kumpulan informasi yang menunjukan perkembangan kemampuan peserta didik
dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta
didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian portofolio:
 Karya peserta didik adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiriü
 Saling percaya antara guru dan peserta didikü
 Kerahasiaan bersama antara guru dan pesertaü
 Milik bersama antara peserta didik dan guruü
 Kepuasanü
 Kesesuaianü
 Penilaian proses dan hasil (Penilaian portofolio menerapkan prinsip prosesü
dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru
tentang kinerja dan karya peserta didik)
 Penilaian dan pembelajaranü
Teknik penilaian portofolio, langkah-langkahnya sebagai berikut:
 Jelaskan kepada peserta didik tentang manfaat penggunaan portofolio.·
 Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang·
akan dibuat.
 Kumpulkan dan simpanlah karya-karya peserta didik dalam satu map atau·
folder.
 Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan·
peserta didik.
 Tentukan dan diskusikan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya·
dengan para peserta didik.
 Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan.·
 Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta·
didik diberi kesempatan untuk memperbaiki.
 Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio.·
Penilaian diri
 Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik dimintaØ
untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat
pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.
 Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetisi kognitif,Ø
afektif, dan psikomotor.
Penilaian konpetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik diminta untuk
menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil
belajar dari suatu matapelajaran tertentu. Penilaian dirinya didasarkan atas
kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk
membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek
tertentu.
Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan
kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
Penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik dapat diminta untuk menilai
kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau
acuan yang telah disiapkan. Untuk menentukan pencapaian kompetensi tertentu,
peniaian diri perlu digabung dengan teknik lain